Sejarah

SEJARAH BEM KM FK UNTAD

Berdirinya Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako pada tahun 2008 merupakan suatu langkah maju untuk menghadapi era sekarang ini. Namun, tentu banyak kesulitan yang akan dihadapi mahasiswa pada tahun pertama sebagai tahun perintis, mulai dalam hal akademik, pengembangan kegiatan kemahasiswaan, sampai bagaimana memisahkan sekat-sekat dalam lingkungan program studi ini. Selain itu, mahasiswa sebagai salah satu unsur dalam mengisi ruang kemerdekaan dituntut memiliki peran aktif dalam menciptakan perubahan dalam upaya pembangunan nasional.

Menyadari hal tersebut, maka perlu suatu wadah yang dapat menampung dan menjalankan semua tuntutan yang ada demi mewujudkan suatu pembangunan nasional yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pada tanggal 8 November 2008 diadakan ”Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter” yang diprakarsai oleh 12 orang untuk membentuk Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter atau yang disingkat dengan HMPD, suatu wadah yang diharapkan dapat mewujudkan semua kebutuhan yang ada. Pada saat itu, lembaga ini diketuai oleh saudari Irma Fitriani yang dibantu sekretaris dan bendahara serta tiga bidang lainnya yang bertanggung jawab menjalankan program kerja dari lembaga ini.

Setelah berdiri selama satu tahun, tidak sedikit dinamika-dinamika yang terjadi dalam organisasi ini demi mempertahankan eksistensinya. Walaupun organisasi ini masih terbilang muda, namun HMPD mampu menjalankan program-program besar dan menjadi lembaga terdepan dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun kedua periode kepengurusan, HMPD masih dinahkodai oleh saudari Irma Fitriani dengan beberapa perubahan pada struktur organisasnya (Arief Munandar, 2011).

Berpisahnya Fakultas Kedokteran dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako, menjadi landasan diadakannya Musyawarah Luar Biasa Himpunan Pendidikan Dokter dengan pokok pembahasan yaitu membahas kelanjutan HMPD. Pada tanggal 17 Maret 2018, disepakati Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako atau HMPD FKIK UNTAD resmi diubah menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako atau BEM FK UNTAD, dan saudara Fikri Akbar Mustamar diamanahkan sebagai Ketua BEM FK UNTAD untuk periode kepengurusan 2018.

BEM FK UNTAD diharapkan dapat menjadi wadah yang bisa meningkatkan kemampuan dalam bidang akademik bagi para anggotanya, pengembangan kegiatan kemahasiswaan, serta menjadi organisasi yang dapat mengisi ruang kemerdekaan dalam menciptakan perubahan dalam upaya pembangunan nasional khususnya dalam bidang kesehatan, sesuai dengan cita-cita dibentuknya organisasi ini dahulu.

Adapun berikut nama 12 pendiri HMPD FK UNTAD atau yang sekarang diubah menjadi BEM FK UNTAD :

No.

Nama

1.

dr. Irma Fitriani, M.A.R.S., Sp. P.

2.

dr. Nur Fitriani Juraij

3.

dr. Nilawati, M.K.M

4.

dr. Githa Natalia

5.

dr. Andi Arief Munandar Sinangka, Sp. B.

6.

dr. Irwan Muhaemin HM, Sp. OG.

7.

dr. Hildawati Sudirman Dg. Manaba

8.

dr. Garit Hapsari Kirana

9.

dr. Fitrah Annisa I Balengge

10

dr. Athitah Pratiwi

11

dr. Suharia Hafid

12

dr. Debby Angelina Walean

Adapun beberapa Ketua HMPD dan BEM dari tahun kepengurusan sebelumnya hingga sekarang yaitu :

 

No.NamaAngkatanPeriode
1.dr. Irma Fitriani, M.A.R.S., Sp. P.20082008 – 2010
2.dr. Muh. Ilham Juraij20092011 – 2012
3.dr. Indra Firmansyah Mangimbo20102012 – 2013
4.dr. Uyun Nusyur20112013- 2014
5.dr. Indra Anwari Rukman20122014 – 2015
6.dr. Muhammad Mukram20132015 – 2016
7.dr. Herdyansyah Usman20142016 – 2017
8.dr. Achmad Rizaldy20152017 – 2018
9.dr. Fikri Akbar Mustamar20162018 – 2019
10.dr. Fajar Abu Bakar Sanusi20172019 – 2020
11.dr. Alif Tibia Zuhdi20182020 – 2021
12.dr. Muh. Abdu al Aziz Fathan20192021 – 2022
13.Nadiyah Salsabila Humris20202022 – 2023
14.Saladin Ardhya Prawira AZ20212023 – 2024
15.Abdillah Rizqie Muhdie, S. Ked.20222024 – 2025
16.Andi Muh. Gharib Ramz Ray20232025 – 2026
17.Praba Kuncara Bone20242026 – Sekarang

REFORMASI BEM FK UNTAD MENJADI BEM KM FK UNTAD

Pada tanggal 22 Maret 2023, diadakan kongres BEM Ke-6. Melalui kongres BEM ke-6 ini, BEM FK UNTAD kemudian menjadi BEM KM FK UNTAD (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa FK UNTAD). Perubahan ini didasarkan pada kebutuhan legitimasi yang mampu memposisikan bahwa BEM menaungi seluruh mahasiswa yang ada di lingkungan FK UNTAD. KM atau keluarga mahasiswa sendiri diibaratkan sebagai rakyat dalam suatu pemerintahan. Dimana tidak akan berjalan suatu organisasi tanpa adanya rakyat. Maka, dapat disimpulkan di dalam lingkup fakultas kedokteran, BEM sebagai badan eksekutif, BPM sebagai badan legislatif sekaligus yudikatif, serta KM atau keluarga mahasiswa adalah rakyat yang dinaunginya.